Menu Close

Tips Memasang Peniti pada Popok Bayi yang Aman

peniti

Peniti bayi adalah salah satu aksesoris pakaian bayi yang berfungsi mengencangkan popok dan baju si kecil. Peniti bayi biasanya berukuran lebih besar dari peniti biasa, dengan kepala kaitan yang dilapisi dengan plastik. 

Menggunakan peniti bayi pada pakaian bayi tentu aman, asalkan peniti terpasang dengan benar. Lalu bagaimana cara memasang peniti pada pakaian bayi agar anak terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan? Simak artikel berikut ini. 

Tips dan trik menggunakan peniti bayi

Bagi ibu yang menggunakan popok kain, peniti adalah barang wajib. Terkadang membedong juga membutuhkan peniti agar bedong lebih kuat. Berikut ini tips menggunakan peniti bayi:

  • Sebelum memasang peniti ke popok atau pakaian bayi, lumasi peniti dengan minyak alami dari kulit kepala Anda dengan cara menggosoknya. Cara ini mempermudah peniti masuk melalui kain. 
  • Pastikan bahwa peniti popok sejajar dengan bayi agar tidak mengenai kulit bayi.
  • Setelah terpasang, pastikan peniti terkunci dengan aman. Beberapa peniti bayi memiliki keamanan ganda agar peniti tidak mudah terbuka. Ibu perlu menarik kepala pengait untuk membuka peniti, dan mendorong kepala pengait kebawah untuk menguncinya. 

Cara aman membedong bayi tanpa peniti

Bayi baru lahir biasanya dibedong atau dibungkus dengan lembut menggunakan kain atau selimut yang ringan. Bagian tubuh bayi yang bedong adalah bagian tubuh saja, tidak sampai leher atau kepala. 

Bedong membantu si kecil beradaptasi dengan lingkungannya. Bayi yang dibedong akan merasa merasa hangat dan nyaman seperti di dalam rahim. Bedong juga berfungsi menahan refleks kejut saat bayi tiba-tiba terbangun karena menahan lengan dan kaki bayi. 

Bayi akan dibedong setelah mereka menggunakan pakaian dan popok. Beberapa ibu menyematkan peniti ke kain bedong agar kain tidak mudah terbuka. Tapi sebenarnya ada beberapa tips membedong yang aman tanpa peniti:

  1. Gunakan sehelai kain sejuk seperti katun untuk membedong bayi.
  2. Posisikan bayi dalam posisi telentang, dengan kaki bayi seperti kaki katak.
  3. Hindari membedong bayi di atas bayi. Bagian leher dan kepala bayi jangan sampai tertutup untuk memudahkan si kecil bernapas. 
  4. Bungkus bayi dengan kuat tapi tidak terlalu kencang. Longgarkan bagian pinggul dan lutut agar bayi masih bisa bergerak dengan bebas. Pastikan bayi mampu menggerakkan pinggul dan lututnya.

Rekomendasi merk peniti bayi terbaik

Jika Anda ingin menggunakan peniti bayi, Anda bisa menggunakannya untuk mengencangkan popok dan bukan bedong. Ikatan popok yang pas dan tidak terlalu kencang juga bisa mengurangi refleks kejut bayi. 

Berikut tiga rekomendasi peniti bayi terbaik:

  1. Pigeon Safety Pin

Peniti bayi dari Pigeon merupakan peniti bayi yang banyak digunakan oleh ibu. Peniti terbuat dari bahan plastik yang aman, tidak beracun, serta baja anti karat yang tidak akan rusak atau bengkok saat digunakan. 

Pigeon Safety Pin memiliki kunci pengaman berbentuk U yang memberikan keamanan ganda, mencegah peniti terbuka sendiri dengan mudah. Selain untuk popok, peniti ini juga bisa digunakan untuk mengaitkan pakaian bayi.

  1. Lusty Bunny Safety Pin

Selanjutnya ada peniti dari Lusty Bunny. Lusty Bunny Safety Pin terbuat dari bahan PP yang aman, serta jarum yang terbuat dari baja titanium yang lebih awet dan tahan lama. 

Peniti menggunakan sistem keamanan U yang mencegah jarum terbuka dengan mudah. Selain itu, kepala peniti memiliki bentuk dan warna yang beragam membuat tampilan si kecil semakin menggemaskan. 

  1. Dodo Safety Pin Small

Peniti bayi dari Dodo memiliki ukuran yang lebih kecil dari peniti lainnya. Peniti ini terbuat dari polistirena (PS) yang aman dan tidak beracun. Sedangkan jarum terbuat dari baja titanium yang tak mudah berkarat. Selain itu, jarum tidak akan keluar dari kepala pin atau bengkok saat digunakan.

Itu tadi 3 rekomendasi peniti bayi terbaik yang aman digunakan untuk si kecil. Anda juga bisa menggunakan peniti biasa untuk mengencangkan popok bayi, tapi jenis peniti ini lebih mudah terbuka dan rentan tertelan bayi sehingga sebaiknya dihindari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *