Menu Close

Selain Endoskopi, Siloam Hospitals Bekasi Timur Juga Sediakan Tes Audiometri

Tidak hanya layanan endoskopi saja, melainkan pemeriksaan seperti Audiometri juga bisa dilakukan di Siloam Hospitals Bekasi Timur. Audiometri adalah prosedur pemeriksaan untuk mengecek fungsi pendengaran dan mendeteksi ada tidaknya gangguan pendengaran yang dialami oleh pasien. Prosedur ini akan menunjukkan intensitas dan nada suara, fungsi keseimbangan, dan masalah lainnya pada kinerja telinga bagian dalam. Audiometri dapat dilakukan oleh dokter spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan). 

Suara bisa didengar ketika gelombang suara mencapai saraf di telinga bagian dalam. Gelombang suara tersebut dialirkan ke bagian ini melalui saluran telinga, gendang telinga, dan tulang di telinga tengah (konduksi udara), serta tulang di belakang telinga (konduksi tulang). Dari telinga bagian dalam, gelombang suara kemudian dibawa ke otak lewat serabut-serabut saraf. Otak kemudian memproses dan mengindentifikasi suara ini.

Gelombang suara bisa diukur berdasarkan intensitas (volume suara) dan kecepatan getaran (nada). Intensitas suara diukur dengan satuan desibel (dB), nada suara diukur dengan satuan Hertz (Hz). Audiometri dapat mengukur kemampuan seseorang dalam mendengarkan suara tersebut.

Tes audiometri dilakukan menggunakan sebuah mesin yang disebut audiometer untuk menghasilkan suara dengan volume dan frekuensi yang berbeda-beda. Tak hanya untuk mendeteksi gangguan pendengaran, tes audiometri juga dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin (check-up).

Berikut ini adalah tahapan pemeriksaan dengan tes audiometri.

  1. Tahap persiapan

Saat tes audiometri dilakukan, Anda akan diminta untuk duduk di ruangan khusus. Pemeriksa atau audiolog akan menjelaskan tata cara pemeriksaan dan apa saja yang perlu Anda lakukan di dalam ruangan tersebut. Setelah itu, audiolog akan memasang earphone di telinga Anda.

  1. Tahap pemeriksaan

Saat tes audiometri dimulai, audiolog akan memainkan berbagai suara, seperti bunyi dan ucapan, dengan volume, frekuensi, dan interval yang berbeda ke kedua telinga. Hal ini bertujuan untuk menentukan rentang kemampuan pendengaran masing-masing telinga. Selama pemeriksaan audometri berlangsung, audiolog akan memberikan instruksi, misalnya meminta Anda untuk mengangkat tangan atau mengulang ucapan yang Anda dengar. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan Anda dalam mengenali kata dan membedakan bunyi ucapan dengan suara-suara sekitar.

  1. Tahap analisis hasil tes

Setelah menjalani tes, audiolog akan meninjau hasil tes Anda. Melalui hasil tes tersebut, dokter dapat memberi tahu penyebab gangguan pendengaran yang Anda alami dan langkah penanganan yang tepat untuk mengatasinya. Tes audiometri biasanya membutuhkan waktu selama 40–60 menit. Tes ini tidak membutuhkan persiapan khusus sebelumnya dan tidak menimbulkan risiko apa pun. Selama menjalani pemeriksaan, Anda hanya perlu mengikuti instruksi dari audiolog saja.

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami beberapa gejala gangguan pendengaran, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar pemeriksaan dan tes pendengaran (termasuk tes audiometri) dapat dilakukan untuk menilai seberapa baik kemampuan pendengaran Anda.

Apabila hasil tes menunjukkan bahwa Anda mengalami gangguan pendengaran, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menggunakan alat bantu dengar.

Hasil audiometri dikatakan normal bila pasien dapat mendengar nada dari 250 hingga 8000 Hz pada intensitas suara 25 dB atau lebih rendah. Sedangkan hasil tidak normal bisa menandakan banyak jenis dan derajat ketulian.

Derajat ketulian atau gangguan pendengaran dinilai berdasarkan intensitas suara (desibel). Hasilnya terbagi dalam beberapa kelompok berikut ini.

  • Normal: 0-25 dB
  • Ganguan ringan: 25-40 dB
  • Ganguan sedang: 41-65 Db
  • Ganguan berat: 66-90 dB
  • Ganguan sangat berat: lebih dari 90 dB

Ada jenis ketulian yang ditandai dengan hilangnya kemampuan mendengar nada rendah atau tinggi. Ada pula yang ditandai dengan hilangnya kemampuan konduksi udara atau tulang. Sementara ketidakmampuan mendengar nada murni di bawah 25 dB akan menandakan gangguan pendengaran.

Jadi selain adanya layanan endoskopi, di Siloam Hospitals Bekasi Timur juga terdapat fasilitas audiometri. Anda bisa melihat di SehatQ layanan lain yang disediakan oleh Siloam Hospitals Bekasi Timur di SehatQ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *