Menu Close

Konsumsi Mylanta Cair Saat Hamil, Apakah Aman?

mylanta cair

Wanita hamil punya kemungkinan yang besar mengalami maag. Hal ini dikarenakan pada saat hamil, terutama pada trimester awal, asam lambung seringkali naik. Untuk menangani asam lambung naik saat hamil,  ibu dapat mengonsumsi obat maag yang banyak tersedia di pasaran, seperti Mylanta Cair. Namun, amat disarankan ibu hamil yang hendak mengonsumsi obat ini memastikan keamanan produk dengan cara berkonsultasi dengan dokter atau petugas medis lain yang berwenang. 

Perlu diketahui bahwa Mylanta Cair merupakan obat golongan antasida. Antasida biasa digunakan untuk mengobati sakit maag atau naiknya asam lambung. Kandungan magnesium atau kalsium dalam antasida mampu meringankan ketidaknyamanan yang disebabkan naiknya asam lambung tersebut. 

Mylanta Cair mengandung bahan aktif aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simethicone. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung dengan cepat sehingga rasa nyeri di ulu hati (sakit maag) akibat iritasi asam lambung berkurang.

Aman tidaknya suatu obat amat berkaitan dengan kebiasaan atau pola konsumsi. Ada anjuran Mylanta Cair dikonsumsi 1 jam sebelum, 2 jam sesudah makan, atau menjelang tidur dengan dosis 5-10 ml sebanyak 3-4 kali sehari agar kerja obat dapat optimal dan mengurangi kemungkinan efek samping.

Meski Mylanta dianggap cukup aman dikonsumsi ibu hamil, ada kemungkinan obat ini mengganggu penyerapan asam folat dan suplemen zat besi yang biasa diresepkan dokter pada usia kandungan trimester pertama. 

Risiko yang mungkin terjadi saat ibu hamil minum obat maag adalah plasenta yang menghubungkan ibu dengan bayi dalam kandungan tidak mampu menyaring obat yang masuk dan diserap. Ada berbagai risiko bagi janin, termasuk risiko yang paling fatal yaitu keguguran.

Lebih lengkap, berikut beberapa risiko obat maag Mylanta Cair untuk ibu hamil:

  • Gangguan pernapasan pada janin 

Ketika ibu hamil mengonsumsi obat maag, maka akan meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada janin. Gangguan kesehatan pada bayi ini diakibatkan oleh reaksi alergi yang ada pada bahan obat maag tersebut. Tidak sedikit kasus bayi lahir dengan beberapa gangguan kesehatan. Termasuk asma hingga gangguan pernapasan lainnya dapat menjadi efek samping sebagai “penyakit bawaan lahir” pada bayi.

  • Kurangnya berat badan bayi selama kehamilan dan setelah lahir

Kondisi maag umumnya dialami oleh ibu hamil pada awal-awal kehamilan. Minum obat maag saat hamil memang mengurangi risiko sakit pada lambung dan ulu hati. Namun, minum obat maag juga dapat membuat nafsu makan akan berkurang karena efek obat tersebut. 

Kondisi ini membuat asupan nutrisi yang kamu dan juga janin peroleh akan berkurang. Jika sudah begini, ada kemungkinan bayi lahir dengan ukuran berat berat badan di bawah normal. Bayi juga berpotensi mengalami cacat lahir akibat kurangnya berat badan di dalam kandungan.

  • Berpotensi memicu perdarahaan

Risiko mengonsumi obat maag ketika hamil juga dapat menyebabkan masalah pendarahan pada sistem pencernaan bagian dalam. Hal ini ditimbulkan oleh peningkatan produksi asam yang terjadi secara terus menerus, dan dengan obat maag ini malah asam lambung akan semakin tinggi.

Asam lambung yang terlampau tinggi dapat menyebabkan lapisan menipis dan mengakibatkan terjadinya luka atau lambung bocor sehingga memicu pendarahan pada lambung serta usus ibu. Apabila sudah begini, maka akan sangat berbahaya bagi ibu dan janin.

Dari penjelasan di atas, dapat ditarik sebuah simpulan bahwa penggunaan obat maag selama kehamilan pada dasarnya aman. Namun, obat maag jangan dijadikan sebagai jalan satu-satunya dalam mengatasi gejala atau keluhan yang dirasakan. Sebab biar bagaimanapun, obat maag, apa pun produknya, termasuk Mylanta Cair, punya potensi efek samping yang bisa dirasakan ibu maupun janin yang ada di dalam kandungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *