Menu Close

Kenali Jenis Obat Tetes Telinga dan Kegunaannya Agar Tak Salah Pakai

Obat tetes telinga sering jadi solusi saat Anda mengalami telinga bermasalah

Obat tetes telinga biasanya direkomendasikan sebagai bagian perawatan infeksi telinga dan jenis gangguan pendengaran lainnya. Obat ini bisa ditemukan di apotek atau mini market dan bisa dibeli secara bebas, Namun obat tetes telinga yang dijual bebas di pasaran memiliki fungsi yang berbeda-beda. 

Agar tak salah pilih dan terhindar dari risiko komplikasi, Anda harus mengetahui jenis-jenis obat tetes telinga yang sesuai dengan kondisi Anda. 

Jenis-jenis obat tetes telinga dan kegunaannya

Jenis obat tetes telinga dibagi berdasarkan kegunaannya, mulai dari membantu mengeluarkan kotoran telinga, perawatan infeksi telinga, atau sebagai anestesi. Berikut ini obat tetes telinga berdasarkan kegunaannya. 

  1. Obat tetes telinga penghilang kotoran

Obat tetes telinga ini merupakan jenis yang paling banyak ditemukan dan dicari. Dokter tidak menyarankan untuk membersihkan telinga dengan cotton bud, dan sebagai gantinya banyak orang menjadikan obat tetes telinga sebagai alternatif yang aman untuk mengeluarkan kotoran telinga. 

Obat tetes telinga ini biasanya berbasis air atau minyak, dan bahan-bahan didalamnya termasuk gliserin, minyak mineral, dan larutan garam. Terkadang juga diformulasikan dengan bahan asam seperti karbamid peroksida, soda kue, dan asam asetat. Bahan-bahan tersebut bekerja dengan cara melembutkan atau melarutkan lilin yang telah mengeras (kotoran telinga) sehingga kotoran bisa keluar dengan sendirinya. 

Bagi pemilik kulit sensitif sebaiknya gunakan obat tetes telinga jenis ini sesuai dengan dosis dan aturan pakai karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit di dalam dan sekitar liang telinga.  

  1. Obat tetes untuk infeksi telinga

Untuk membantu meredakan gejala infeksi telinga yang disebabkan bakteri, dokter akan meresepkan obat tetes telinga dengan kandungan antibiotik. Infeksi telinga lainnya yang disebut dengan telinga perenang atau otitis eksterna juga terkadang diresepkan antibiotik, namun obat tetes telinga OTC juga bisa membantu meredakan gejalanya seperti mengeringkan telinga dan membersihkan infeksi. 

Bahan-bahan yang terkandung didalamnya berupa isopropil alkohol, gliserin, atau asam asetat. Namun jika gejala terus berlanjut atau semakin memburuk setelah perawatan dengan obat tetes telinga OTC, segera temui dokter. 

  1. Obat tetes telinga anestesi

Jenis obat ini membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan yang disebabkan oleh infeksi telinga. Obat ini jarang direkomendasikan karena hanya berguna mengatasi rasa sakit, yang juga bisa diatasi dengan konsumsi pereda sakit seperti asetaminofen atau ibuprofen. 

Penggunaan tetes telinga ini juga hanya boleh diberikan setelah dipastikan tidak mengandung bahan-bahan yang merugikan. Selain itu obat ini juga belum dievaluasi keamanannya untuk penggunaan sehari-hari dalam mengatasi gejala infeksi telinga.

Bahan berbahaya dalam obat tetes telinga yang harus dihindari

Menurut Food and Drugs Adminisration, masih banyak tetes telinga yang memiliki kandungan dengan efek merugikan. Jika digunakan, tetes telinga ini bisa menyebabkan rasa gatal, perih, terbakar, dan iritasi pada telinga. 

Bahan-bahan yang harus dihindari karena terbukti dapat menyebabkan reaksi yang merugikan yaitu:

  • Benzokain
  • Benzokain dan antipirin
  • Benzokain, antipirin, dan seng asetat
  • Benzokain, kloroksilenol, dan hidrokortison
  • Kloroksilenol dan pramoksin
  • Kloroksilenol, pramoksin, dan hidrokortison

Kandungan tersebut ditemukan pada beberapa merek obat tetes telinga anestesi. Karena itu jika Anda hendak membeli tetes telinga untuk meredakan rasa sakit, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau meminta obat resep dari dokter. 

Catatan

Obat tetes telinga tampaknya menjadi cara aman untuk mengatasi berbagai masalah telinga. Namun jika Anda mencurigai atau mengalami kondisi gendang telinga pecah sebaiknya hindari menggunakan obat tetes telinga jenis apapun. Sebaiknya temui dokter untuk menerima perawatan medis yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *