Menu Close

Kenali Ciri-Ciri dan Penyebab Gangguan Jiwa

Setiap orang lahir dengan kepribadian yang berbeda. Sebagian orang dapat menjalani kehidupan dengan sabar (bahkan jika ada hambatan atau tantangan yang paling sulit), namun sebagian orang mungkin bisa merasa kesulitan untuk menghadapi kondisi seperti ini. Jika mereka tidak dapat menghadapinya, mereka bisa mengalami gangguan jiwa.

Penyebab gangguan jiwa dapat berupa kombinasi dari sejumlah kondisi

Seperti Apa Gangguan Jiwa?

Gangguan jiwa atau gangguan mental merupakan kondisi yang tidak hanya menimbulkan masalah pada perasaan, namun juga dapat menimbulkan masalah pada pikiran dan perilaku manusia. Gangguan jiwa bisa dialami sejak lahir, ketika seseorang mengalami pertumbuhan (dari tahun ke tahun), bahkan ketika seseorang sudah dewasa.

Gangguan jiwa juga merupakan kondisi yang terjadi baik dalam sementara waktu maupun setiap saat (sejak penderita mengalaminya). Gangguan jiwa tidak hanya mempengaruhi kondisi kesehatannya (secara fisik dan mental), namun juga dapat mempengaruhi aspek sosial atau orang-orang yang dia kenal.

Penderita bisa mengalami gangguan jiwa jika mereka menunjukkan ciri-ciri berikut:

  • Perubahan kepribadian.
  • Emosi.
  • Sedih.
  • Kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan orang lain.
  • Kesulitan untuk menghadapi atau menerima kenyataan.
  • Perubahan pola makan.
  • Cenderung mengisolasi diri.
  • Cenderung melakukan kebiasaan buruk seperti merokok.
  • Cenderung berpikir untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
  • Cenderung melakukan kekerasan secara verbal atau fisik.
  • Berhalusinasi.

Berikut adalah gejala yang bisa timbul akibat gangguan jiwa:

  • Cenderung merasa lelah.
  • Konsentrasi terhambat.
  • Stres.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Sesak nafas.

Apa Saja Penyebab Gangguan Jiwa?

Gangguan jiwa bisa dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Rasa cemas

Sebagian orang mungkin berpikir terlalu banyak untuk mengurus hal-hal yang penting di dalam kehidupannya seperti pekerjaan. Walaupun hal-hal tersebut tidak akan membuat mereka lupa, hal-hal tersebut dapat membuat mereka merasa cemas. Jika mereka merasa cemas secara berlebihan, mereka bisa berpotensi mengalami gangguan jiwa.

  • Obsesi

Obsesi merupakan hal yang dapat menimbulkan kecanduan bagi sebagian orang karena mereka terlalu berharap terhadap sesuatu. Jika tidak, mereka bisa mengalami perubahan pada perilaku.

Misalnya, seorang laki sudah berpacaran dengan seorang perempuan selama 3 tahun. Namun, perempuan tersebut akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan pasangannya. Hal tersebut bisa membuat laki tersebut merasa putus asa sehingga dia cenderung melakukan kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi alkohol.

  • Faktor sosial

Gangguan jiwa juga bisa dipengaruhi oleh faktor sosial dimana penderita kurang bergaul dengan orang lain sejak kecil. Tidak hanya itu, penderita mungkin pernah di-bully sehingga peristiwa tersebut terus terjadi di pikiran mereka, dan mereka bisa berperilaku buruk (dalam waktu singkat atau lama setelah mengalaminya).

  • Faktor genetik

Faktor lain yang dapat menyebabkan gangguan jiwa adalah faktor genetik. Kondisi tersebut dialami dari orang tua yang pernah mengalaminya.

  • Trauma di masa lalu

Sebagian orang mungkin mengalami peristiwa yang tragis sehingga dapat mempengaruhi pikiran mereka selama bertahun-tahun. Karena peristiwa yang dialami mereka sulit untuk dilupakan, hal tersebut juga dapat menimbulkan gangguan jiwa.

  • Kehamilan

Gangguan jiwa juga bisa terjadi ketika penderita berada di dalam rahim dan ibunya mungkin terkena paparan kimia seperti zat-zat beracun.

  • Cedera otak

Cedera otak dapat menimbulkan berbagai gejala bagi penderita. Cedera otak juga berpotensi menimbulkan gangguan jiwa.

  • Penyakit

Penyakit yang serius seperti kanker juga dapat meningkatkan risiko gangguan jiwa.

Bagaimana Cara Mengatasi Gangguan Jiwa?

Jika Anda, teman Anda, atau anggota keluarga Anda pernah atau terus menunjukkan ciri-ciri gangguan jiwa, Anda bisa menghubungi dokter atau psikiater. Dokter atau psikiater dapat membantu penderita gangguan jiwa melalui berbagai tes seperti pemeriksaan fisik.

Kesimpulan

Gangguan jiwa merupakan salah satu kondisi yang tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga dapat membahayakan orang lain karena perilaku penderita yang mungkin tidak dapat dikendalikan dengan baik. Untuk mengatasi gangguan jiwa, dokter atau psikiater dapat membantu penderita melalui berbagai tes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *