Menu Close

Imunisasi Pra Nikah: Alasan Penting hingga Efek Sampingnya

imunisasi pra nikah

Melakukan vaksinasi atau imunisasi adalah sebuah tindakan medis, tujuan untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri dan virus. Idealnya vaksinasi dilakukan wanita sebelum merencanakan kehamilan. Makanya penting sekali untuk melakukan imunisasi pra nikah.

Vaksin akan merangsang terbentuknya sistem imun tubuh, sehingga nantinya bakteri atau virus tersebut akan dikenali dan dibunuh oleh antibodi. 

Adapun jenis-jenis vaksin yang penting dilengkapi sebelum menikah atau merencanakan punya anak adalah vaksin HPV, vaksin DPT dan TT, hepatitis B, cacar air, dan MMR. 

Pentingnya Melakukan Imunisasi Pra Nikah 

Vaksinasi adalah salah satu cara yang sangat efektif mencegah penyakit. Dengan melakukan vaksin, akan membantu sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dna juga membunuh virus yang masuk ke tubuh. 

Apalagi bagi calon pasangan pengantin yang akan memiliki keturunan setelah menikah, tentu sangat membutuhkan vaksinasi sebelum nikah. 

Jenis-jenis Imunisasi Pra Nikah yang Penting Dilakukan

  1. Vaksin TT

Vaksin TT atau tetanus toksoid adalah vaksin yang berguna untuk mencegah penyakit tetanus neonatorum atau tetanus pada bayi dan juga tetanus pada ibu. Biasanya vaksin TT ini diberikan pada wanita untuk melengkapi imunisasi dasar tetanus.

  1. Vaksin TDAP

Vaksin TDAP sama saja dengan vaksin DPT. Hanya saja vaksin TDAP sudah dimodifikasi dan menggunakan komponen pertusis aseluler. Sehingga efeknya sampignya akan lebih ringan. Tujuan vaksin ini untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. 

  1. Vaksin cacar air

Sebelum melakukan pernikahan, Anda juga disarankan untuk mendapatkan vaksinasi cacar air atau vaksin varisela. Penyakit cacar air disebabkan oleh virus varicella zoster.

  1. Vaksin HPV

Vaksin HPV (human papillomavirus) adalah jenis vaksin yang berguna untuk melindungi dari infeksi HPV. Penyakit HPV ini termasuk jenis infeksi menular seksual. 

  1. Vaksin MMR

Vaksin MMR adalah vaksin yang berguna mencegah penyakit campak, gondong, dan rubella. Ketiga penyakit ini sangat berbahaya bila terjadi pada ibu hamil.

  1. Vaksin hepatitis B

Vaksin hepattis B berguna mencegah infeksi virus hepatitis B. Penyakit ini bisa menyebabkan terjadinya peradangan akut dan kronis di hati. 

Proses Imunisasi Pra Nikah 

Vaksin TT, TDAP, dan HPV diberikan melalui suntikan intramuskular di lengan bagian atas. Sedangkan vaksin varisela dan MMR dilakukan dengan suntik subkutan yang dilakukan di bawah kulit. 

Dosis vaksin tersebut sama, yaitu 0,5 ml tiap kali penyuntikan. Yang berbeda hanya vaksin hepatitis B, dosisnya menyesuaikan dengan usia pasien. Pasangan yang berusia di bawah 20 tahun, dosis vaksin hepatitis B hanya 0,5 ml. Dosis 1 ml diberikan pada pasien yang berusia di atas 20 tahun. 

Efek Samping Imunisasi Pra Nikah

Efek samping dari vaksinasi biasanya ringan dan tidak lama. Efek samping yang paling terasa adalah:

  • Area penyuntikan akan jadi memerah, terasa sedikit nyeri, dan membengkak. Biasanya kondisi ini terjadi 2-3 hari setelah dilakukan penyuntikan.
  • Muncul rasa tidak enak badan atau mengalami demam 1-2 hari setelah imunisasi.

Ada pula reaksi alergi berat setelah dilakukan vakisnasi atau disebut anafilaksis. Kondisi ini sebenarnya sangat jarang terjadi. Anafilaksis ini umumnya muncul beberapa menit atau beberapa jam setelah dilakukan vaksinasi. 

Ada pun gejala yang perlu diwaspadai adalah tekanan darah turun drastis, kehilangan kesadaran, sulit bernapas, denyut jantung meningkat, lemas, mengi, pusing, batuk, diare, kulit bentol-bentol. kulit pucat, hingga pembengkakan di tenggorokan. Jika mengalami anafilaksis, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit karena kondisi ini snagat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan jiwa. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *