Menu Close

Fakta-fakta soal Ablasi Jantung yang Perlu Diketahui

Jangan langsung putus asa apabila Anda didiagnosis mengalami aritmia. Ini merupakan kondisi gangguan irama jantung yang terlalu cepat, terlalu lamban, atau tidak beraturan. Aritmia bisa berbahaya bahkan menyebabkan kematian jika tidak tertangani dengan baik. Namun kabar gembiranya, sudah banyak penanganan medis yang dapat dilakukan untuk membuat kualitas hidup penderita aritmia membaik dan terhindari dari risiko fatal. 

Selain penggunaan obat-obatan oral, penanganan paling populer untuk mengatasi aritmia adalah ablasi jantung. Ini merupakan prosedur di mana tim medis berupaya mengembalikan detak jantung Anda menjadi normal kembali dengan prosedur non-invasif. 

Banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui apabila ingin melakukan ablasi jantung. Berikut adalah beberapa fakta penting terkait penanganan masalah gangguan jantung ini. 

Blokir Sinyal Listrik Jantung 

Mungkin Anda bertanya-tanya, sebenarnya apa itu ablasi jantung hingga bisa mengembalikan detak jantung menjadi normal? Sebenarnnya, ablasi jantung merupakan tindakan yang memblokir sinyal listrik di jantung Anda. Pemblokiran dilakukan pada sinyal tidak normal sehingga irama jantung bisa kembali wajar. 

Kerap Manfaatkan Kateter 

Ablasi jantung terdiri banyak jenis, bisa menggunakan kateter sampai pembedahan besar. Namun, kebanyakan ablasi jantung yang dilakukan sekarang adalah ablasi dengan memanfatkan kateter. Ini membuat pembedahan tidak perlu dilakukan di dada Anda. Soalnya, kateter merupakan tabung tipis dan lentur yang dapat dimasukkan melalui vena atau arteri. Biasanya, tabung tipis ini dimasukkan melalui pembuluh darah di selangkangan Anda, bahu, atau jika ada kondisi tertentu lewat leher. 

Panas dan Dingin 

Ada dua jenis ablasi jantung yang umum dilakukan untuk memperbaiki irama jantung pasien, yaitu dengan energi panas atau dingin. Penggunaan energi panas biasanya dilakukan untuk menghancurkan area masalah irama jantung yang berukuran kecil. Teknik lainnya yaitu menggunakan energi dingin. Di mana suhu yang sangat dingin akan diberikan di sinyal listrik jantung yang bermasalah sehingga menghancurkan keabnormalan sinyal yang cukup besar. 

Durasi Menengah 

Tindakan bedah non-invasif menggunakan kateter umumnya tidak memakan banyak waktu. Pengoperasian penyempitan jantung akibat plak menggunakan kateter bahkan bisa dilakukan dalam durasi 1—2 jam. Namun terkait ablasi jantung, penindakannya bisa jadi lebih lama karena tim medis mesti melakukan pemblokiran secara bertahap. Rata-rata durasi ablasi jantung memakan waktu 2—4 jam. 

Minim Rasa Sakit 

Jangan takut untuk mengambil tindakan ablasi jantung apabila memang diperlukan. Ablasi jantung merupakan tindakan yang bisa menangani aritmia dengan risiko komplikasi yang rendah. Bahkan kebanyakan orang yang merasakan tindakan ini mengaku tidak merasakan sakit pasca ablasi jantung berlangsung. Kalaupun ada rasa sakit pasca tindakan, kondisinya hanya berupa ketidaknyamanan di area dada yang bersifat ringan. 

Puasa Sebelum Tindakan 

Apakah ablasi jantung bisa dilakukan kapan saja? Jawabannya, tentu saja tidak. Berbagai masalah administrasi dan pengeceakan perlu dilakukan sebelum Anda melakukan prosedur penanganan aritmia yang satu ini. Yang tidak kalah penting, penderita aritmia mesti melakukan puasa makan dan minum sedari malam sebelum waktu ablasi jantung dimulai. 

Risiko Pendarahan 

Ablasi jantung memang minim risiko. Namun, seperti tindakan menggunakan kateter pada umumnya, risiko pendarahan akan selalu ada. Untuk meminimalkan risiko tersebut, pasien yang menjalani ablasi jantung mesti berbaring 2—6 jam pasca tindakan selesai dilakukan. Tekanan mungkin juga akan diberikan tim medis ke area tempat kateter dimasukkan ke pembuluh darah Anda untuk semakin mengurangi risiko pendarahan. 

*** 

Konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami ketidaknyamanan dada akibat detak jantung yang terlalu cepat atau lamban. Bisa jadi, Anda memerlukan tindakan ablasi jantung karena gangguan irama jantung yang Anda alami sudah dalma kondisi yang cukup parah.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *