Menu Close

Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan?

Mie instan adalah makanan favorit banyak orang. Selain praktis, mie instan memiliki cita rasa yang nikmat dan gurih. Apalagi makanan ini penyajiannya sangat mudah, sehingga sering dijadikan sebagai makanan alternatif saat lapar. Namun, di balik kelezatannya ternyata mengonsumsi mie instan berlebihan dapat mengganggu kesehatan. Lalu, bolehkah ibu hamil makan mie instan? Apakah mengonsumsi mie instan dapat berbahaya bagi kandungan?

Fakta Mie Instan

Rasanya yang gurih membuat mie instan menjadi makanan favorit bagi siapa saja. Terlebih cara memasaknya yang cepat dan mudah sehingga cocok dijadikan makanan darurat. Berdasarkan survei kesehatan nasional, sekitar 70% orang dewasa di Indonesia mengonsumsi setidaknya 1-6 mie instan per minggu. Selain itu, penggemar mie instan pun hampir meningkat sebesar 5% per tahunnya. 

Kandungan Mie Instan

Pada umumnya, mie instan terbuat dari bahan utama yaitu tepung terigu, pati, air, garam, kansui (pengganti garam), dan kalium karbonat. Namun beberapa jenis mie tertentu dapat diproduksi dengan menggunakan campuran tepung terigu dan tepung lainnya, seperti mie soba.

 Berdasarkan WHO, sejak tahun 2011, seluruh produk mie instan harus difortifikasi (penambahan nutrisi), seperti vitamin A, vitamin B, zat besi, asam folat, zinc, dan zat besi. Tujuannya agar mie instan memiliki kandungan nutrisi yang cukup memadai.

Namun, semua produk mie instan mengandung zat pengawet, perasa, dan pewarna. Meskipun kandungan dalam mie instan dinyatakan aman, jika dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu banyak akan berdampak buruk  bagi kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian di Korea Selatan menunjukkan bahwa mengonsumsi mie instan dua kali per minggu dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik pada orang normal maupun ibu hamil.

Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik merupakan sekelompok gangguan kesehatan yang terjadi bersamaan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Penyakit sindrom metabolik meliputi peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal. Jika dibiarkan, sindrom metabolik dapat menyebabkan komplikasi seperti diabetes tipe 2, penyakit ginjal, gangguan hati, dan penyakit jantung.

Sindrom metabolik disebabkan oleh resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas yang berguna untuk membantu penyerapan dan mengubah gula menjadi energi untuk sel-sel tubuh. 

Selain itu, pada orang yang mengalami resistensi insulin, sel tidak dapat merespons insulin secara normal. Hal ini menyebabkan gula darah tidak dapat diserap dengan mudah. Kondisi ini dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.Anda. 

Bahaya Konsumsi Mie Instan

Mengonsumsi mie instan terlalu sering berbahaya untuk kesehatan, terutama untuk ibu hamil. Hal ini karena mie instan mengandung zat-zat kimia yaitu:

  1. TBHQ yang merupakan pengawet. Meskipun aman dikonsumsi dalam batas yang sedikit, mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet dapat memicu hiperaktif pada anak-anak, asma, rinitis, ADHD, gangguan kecemasan, dan masalah kulit (dermatitis).
  2. sodium adalah natrium. Mengonsumsi makanan yang tinggi natrium dapat mengganggu pola makan, menyebabkan penumpukan air dalam tubuh, dan darah tinggi. 
  3. bisphenol A dapat mengganggu hormon tubuh, khususnya pada wanita sehingga dapat menurunkan kesehatan reproduksi.
  4. monosodium glutamat memberikan rasa gurih pada makanan. Namun penggunaan zat ini dapat membuat orang sensitif sehingga menyebabkan wajah kemerahan atau gangguan saraf. 
  5. propylene glycol digunakan untuk menjaga mie agar tetap kering. Jika menumpuk dalam tubuh, zat ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Konsultasikan dengan dokter jika Anda ingin mengonsumsi mie instan sewaktu-waktu. Mengonsumsi makanan ini setiap hari selama hamil sangat tidak dianjurkan. Anda dapat mengganti makanan mie instan dengan mie sehat lainnya yang dibuat sendiri di rumah, sehingga bebas pengawet, pewarna, dan MSG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *