Menu Close

5 Penyebab Flek Setelah Berhubungan Intim

Flek setelah berhubungan atau pendarahan postcoital pada dasarnya adalah hal normal yang terjadi pada 9 persen wanita dan tidak berbahaya jika terjadi sesekali. Namun jika terjadi berulang kali, maka hal tersebut bisa menjadi tanda suatu masalah. Namun jika pendarahan terjadi saat Anda sedang menstruasi maka itu bukan termasuk pendarahan postcoital.

Penyebab Flek Setelah Berhubungan Intim

Orang yang sudah dalam masa menopause juga bisa mengalami flek setelah berhubungan dan biasanya muncul dari uretra, labia, serviks atau rahim. Sedangkan untuk orang yang belum menopause, flek juga bisa muncul dari serviks. Namun hal tersebut bergantung dengan penyebab yang mendasarinya.

Berikut merupakan beberapa hal yang menyebabkan munculnya flek saat berhubungan intim.

Bercak cokelat sebelum haid Anda memang kerap menyebabkan kekhawatiran pada sebagian besar wanita
  1. Vagina Kering

Vagina yang kering rentan mengalami luka karena gesekan yang terjadi saat berhubungan seksual. Kekeringan ini biasanya berhubungan karena kurangnya estrogen yang sering dialami setelah mengalami menopause. Kekeringan pada vagina juga dapat disebabkan oleh:

  • Menyusui
  • Persalinan
  • Ovarium telah diangkat
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat flu, asma, antidepresan, dan obat anti-estrogen.
  • Sedang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi.
  • Melakukan hubungan intim sebelum benar-benar merasa terangsang.
  • Penggunaan bahan kimia dalam produk kebersihan wanita.
  • Paparan bahan kimia dalam kolam renang.
  • Mengalami sindrom Sjogren yang membuat kelenjar dalam tubuh kurang menghasilkan kelembaban.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan pelumas sebelum melakukan hubungan seksual.

  1. Endometriosis

Merupakan kondisi dimana jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Endometriosis juga bisa menimbulkan kista karena adanya darah yang terperangkap di saluran tuba. Selain mengalami flek, penderitanya juga bisa merasakan sakit saat berhubungan seksual, mengalami kram diluar menstruasi dan mengalami pendarahan menstruasi yang berat.

Hingga saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk endometriosis, pengobatan yang ada hanya untuk mengobati gejala penyerta. Obat-obatan tersebut seperti obat pereda rasa sakit, obat hormonal hingga operasi untuk mengangkat jaringan.

  1. Polip Serviks

Polip serviks merupakan tumor non kanker yang tumbuh pada serviks atau lapisan endometrium rahim. Polip yang bergerak bisa membuat jaringan di sekitarnya mengalami iritasi dan menyebabkan pendarahan dari pembuluh darah kecil. Selain menimbulkan flek setelah berhubungan seksual, polip juga bisa menimbulkan keputihan dengan lendir berwarna kuning atau putih serta mengalami periode menstruasi yang lebih berat.

Dokter hanya akan merekomendasikan pengobatan jika polip menimbulkan gejala. Prosedur yang bisa dokter lakukan adalah dengan menghilangkan polip serviks. Metodenya bisa dengan menggunakan nitrogen cair atau operasi laser.

  1. Sindrom Genitourinari Menopause (GSM)

Kondisi ini juga dikenal dengan atrofi vagina. Biasanya terjadi pada wanita yang sudah mengalami menopause dan dalam masa transisi memasuki masa menopause (perimenopause) atau bisa juga terjadi pada seseorang yang sudah melakukan pengangkatan ovarium.

Hal tersebut bisa menurunkan hormon estrogen yang bertugas mengatur sistem reproduksi. Rendahnya kadar estrogen bisa menyebabkan pelumasan saat berhubungan seksual terganggu sehingga membuat vagina kering. Estrogen yang rendah juga bisa membuat elastisitas vagina berkurang sehingga jaringan disekitarnya lebih rapuh dan rentan terhadap robekan.

  1. Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang disebabkan oleh infeksi virus human papiloma (HPV). Kanker serviks stadium awal tidak menimbulkan gejala apapun. Namun flek setelah berhubungan merupakan gejala awal dari kanker serviks dialami 11 persen penderita. Gejalanya juga diikuti dengan rasa tidak nyaman setelah berhubungan seksual, keputihan dengan bau menyengat dan disertai darah hingga nyeri pada panggul.

Kanker serviks bisa dicegah dengan melakukan vaksin HPV yang dapat dimulai dari umur 9 tahun. Selain itu, melakukan skrining serviks bisa membantu mencegahnya.

Ada beberapa pilihan pengobatan seperti kemoterapi, pembedahan, radioterapi atau kombinasi dari semuanya. Namun jika kanker sudah menyebar di luar serviks, pembedahan tidak bisa dilakukan maka pilihan pengobatan yang bisa diterima adalah radioterapi atau kemoterapi.

Selain kanker serviks, kanker vagina juga bisa menjadi penyebab munculnya flek setelah berhubungan intim. Karena itu, Anda wajib memeriksakan diri ke dokter jika flek cukup sering muncul setelah berhubungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *